Pola Curah Hujan di Indonesia

Indonesia secara umum termasuk dalam kategori iklim tropis dengan dua musim yaitu penghujan dan kemarau. Akan tetapi sebaran curah hujan di setiap wilayah di Indonesia bervariasi karena berbagai faktor. Artinya di Indonesia tidak ada batas yang jelas antara musim penghujan dan musim kemarau karena Indonesia ada di wilayah Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT).

Jadi kalau anda lihat berita di TV kebanyakan wilayah di pulau Jawa sudah mulai mengalami musim kemarau  sedangkan beberapa wilayah di Sulawesi seperti  Konawe Utara, Wajo dan Sidenreng Rappang mengalami banjir. Hal lainnya adalah jangan jangan beranggapan bahwa ketika sudah masuk musim hujan, maka semua daerah di Indonesia akan hujan. Berikut adalah pola pergerakan curah hujan yang ada di Indonesia.

Berdasarkan distribusi data rata-rata curah hujan bulanan, BMKG umumnya membagi wilayah Indonesia dibagi menjadi 3 pola hujan, sedangkan dari Kementerian Pertanian membagi 4 pola hujan, yaitu :

POLA

POLA2

Peta pola curah hujan Indonesia (Sumber : BMKG. Bayong, 1999. Balai Penelitian Agroklimat Dan Hidrologi BP3 Kementerian Pertanian, 2016. Dr.Edvin Aldrian dan beberapa Stasiun Curah hujan di Indonesia) Cartografer : Geo_Archy, 2019

1. Pola hujan monsun (Type monsoon), yang wilayahnya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau kemudian dikelompokan dalam Zona Musim (ZOM), tipe curah hujan yang bersifat unimodial (satu puncak musim hujan, Desember-Januari-Februari (DJF) musim hujan, Juni-Juli-Agustus (JJA) musim kemarau). Seperti di wilayah Sumatera bagian timur dan selatan, Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian pantai barat, Sulawesi Tenggara bagian barat dan pulau buton/muna, Sulawesi Utara, Maluku bagian selatan dan Papua bagian pantai utara dan Merauke.

Slide90 - Copy

Contoh grafik Curah hujan Pola hujan monsun: Wilayah Makassar (Sumber : BMKG)

2. Pola hujan equatorial (Type ekuatorial), yang wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan bimodial dengan dua puncak musim hujan maksimum dan hampir sepanjang tahun masuk dalam kreteria musim hujan. Pola ekuatorial dicirikan oleh tipe curah hujan dengan bentuk bimodial (dua puncak hujan) yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober atau pada saat terjadi ekinoks. Seperti di wilayah Sumatera bagian barat, Kalimantan bagian utara, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan (wilayah luwu raya dan toraja) dan Papua bagian tengah.

Slide86 - Copy

Contoh grafik Curah hujan Pola hujan equatorial : Wilayah Tanah Toraja (Sumber : BMKG)

3. Pola hujan Lokal (Type lokal), yang wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan kebalikan dengan pola monsun. Pola lokal dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodial (satu puncak hujan), tetapi bentuknya berlawanan dengan tipe hujan monsun. Seperti di wilayah Parigi moutong, Palu, Luwuk Banggai, Kepulauan Banggai, Taliabu, Sula, Buru bagian selatan,Seram bagian selatan, Ambon, Sorong, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Fak-fak dan Sulawesi Selatan bagian pantai timur.

Slide96 (1)

Contoh grafik Curah hujan Pola hujan Lokal: Wilayah Amahai, Maluku (Sumber : BMKG)

4. Pola hujan Multi Pattern, yang wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan hampir merata tiap bulan, tidak ada puncak hujan dan kemarau yang segnifikan. Seperti di wilayah Kota Palu, Morowali Utara, Asmat, Mimika dan Kerinci

Slide81 - Copy

Contoh grafik Curah hujan Pola hujan Multi Pattern: Wilayah Palu (Sumber : BMKG)

Pada kondisi normal, daerah yang bertipe hujan monsun akan mendapatkan jumlah curah hujan yang berlebih pada saat monsun barat (DJF) dibanding saat monsun timur (JJA). Pengaruh monsun di daerah yang memiliki pola curah hujan ekuator kurang tegas akibat pengaruh insolasi pada saat terjadi ekinoks, demikian juga pada daerah yang memiliki pola curah hujan lokal yang lebih dipengaruhi oleh efek orografi .

Pola umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis. Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada pantai sebelah timur.
  2. Curah hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur. Sebagai contoh, deretan pulau-pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang dihubungkan oleh selat-selat sempit, jumlah curah hujan yang terbanyak adalah Jawa Barat.
  3. Curah hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak umumnya berada pada ketinggian antara 600 – 900 m di atas permukaan laut.
  4. Di daerah pedalaman, di semua pulau musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar.
  5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak DKAT.
  6. Saat mulai turunnya hujan bergeser dari barat ke timur seperti:
    1) Pantai barat pulau Sumatera sampai ke Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada bulan November.
    2) Lampung-Bangka yang letaknya ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan Desember.
    3) Jawa bagian utara, Bali, NTB, dan NTT pada bulan Januari – Februari.
  7. Di Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu bulan Mei-Juni. Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Batas daerah hujan Indonesia barat dan timur terletak pada kira-kira 120 Bujur Timur.

Hasil gambar untuk peta curah hujan indonesia bulan mei 2019

Curah Hujan Bulan Mei 2017 : memperlihatkan wilayah pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan, tetapi sebagian wilayah seperti di pantai timur Sulawesi Selatan dan Tenggara mengalami musim hujan (Sumber : BMKG)

Hasil gambar untuk curah hujan bulan januari 2018.bmkg

Curah Hujan Bulan Januari 2018 : memperlihatkan wilayah Jawa Tengah dan Timur serta pulau Bali dan Nusa Tenggara sudah memasuki musim penghujan, sedangkan wilayah sulawesi bagian tengah mengalami kemarau (Sumber : BMKG)

Rata-rata curah hujan di Indonesia untuk setiap tahunnya tidak sama. Namun masih tergolong cukup banyak, yaitu rata-rata 2000 – 3000 mm/tahun. Begitu pula antara tempat yang satu dengan tempat yang lain rata-rata curah hujannya tidak sama.

Ada beberapa daerah yang mendapat curah hujan sangat rendah dan ada pula daerah yang mendapat curah hujan tinggi:

  1. Daerah yang mendapat curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk).
  2. Daerah yang mendapat curah hujan antara 1000 – 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.
  3. Daerah yang mendapat curah hujan antara 2000 – 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur, Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian Irian Jaya, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.
  4. Daerah yang mendapat curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.

Tabel curah hujan di beberapa daerah Indonesia

Perlu Anda ketahui pula bahwa hujan terbanyak di Indonesia terdapat di Baturaden Jawa Tengah, yaitu curah hujan mencapai 7,069 mm/tahun. Hujan paling sedikit di Palu Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.

 

Sumber :

https://www.bmkg.go.id/

Eddy Hermawan. 2010. Pengelompokkan pola curah hujan yang terjadi di beberapa kawasan p. Sumatera berbasis hasil analisis teknik spectral. Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN)

Balai Penelitian Agroklimat Dan Hidrologi, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumbedaya Lahan Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Tahun 2016

https://www.gurugeografi.id/2017/05/sebaran-pola-curah-hujan-di-indonesia.html

https://kadarsah.wordpress.com/2007/06/29/tiga-daerah-iklim-indonesia/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s